Senin, 15 Juni 2009

Bencana Alam Banjir

A. PENDAHULUAN

Bencana banjir merupakan kejadian alam yang sulit diduga karena datang secara tiba-tiba, dengan periodisitas yang tidak menentu, kecuali untuk daerah-daerah yang sudah menjadi langganan terjadinya banjir tahunan. Secara umum banjir adalah peristiwa dimana daratan yang biasanya kering (bukan daerah rawa) menjadi tergenang oleh air, hal ini disebabkan oleh curah hujan yang tinggi dan kondisi topografi wilayah berupa dataran rendah hingga cekung. Terjadinya bencana banjir juga disebabkan oleh rendahnya kemampuan infiltrasi tanah, sehingga menyebabkan tanah tidak mampu lagi menyerap air (Seyhan, 1990). Selain itu, terjadinya banjir juga dapat disebabkan oleh limpasan air permukaan (runofi) yang meluap dan volumenya melebihi kapasitas pengaliran sistem drainase atau sistem aliran sungai.

B. BANJIR

1. Definisi banjir

Banjir didefinisikan sebagai luapan air yang besar dari sebuah badan air sehingga menggenangi daerah sekitarnya yang pada hari-hari biasa kering. Badan air adalah tempat air berada, baik yang diam, bergerak ataupun mengalir.

Definisi lain dari banjir adalah sebagai berikut:

a. kenaikan paras air di sungai secara cepat yang biasanya disusul oleh penurunan yang berlangsung lebih lambat;

b. aliran dengan luah (debit) yang relatif tinggi dibanding dengan keadaan biasa;

c. air pasang

2. Penyebab terjadinya banjir

Adapun penyebab terjadinya banjir sangat beragam diantaranya adalah:

a. Pembuangan sampah kealiran air

Sampah yang dibuang pada aliran air berpotensi menutupi permukaan air dan menumpuk di saluran pembuangan sehingga mengakibatkan aliran air tersebut mampet dan air pun akan meluap.

b. Kebakaran hutan.

Hutan yang terbakar akan membuat suhu udara menjadi panas, menyebabkan angin berubah haluan dan akhirnya hujan tidak turun ditempat tersebut maka daur air pun akan terganggu prosesnya. Selain itu kebakaran hutan dapat merusak unsur hara (kesuburan) pada lapisan permukaan tanah, sehingga tanah menjadi rusak.

c. Meningkatnya suhu udara yang biasa disebut pemanasan global

Suhu yang naik membuat udara menjadi lebih panas dan suhu bumi meningkat, ini berakibat pada mencairnya es di kutub sehingga permukaan air laut menjadi naik setiap tahunnya.

d. Penebangan hutan secara besar-besaran

Penebangan hutan secara besar-besaran menyebabkan hutan menjadi gundul, yang berakibat pada terganggunya proses penyerapan air dalam tanah dikarenakan tidak adanya tumbuhan yang berfungsi sebagai daerah resapan.

e. Berkurangnya daerah resapan air

Dengan bertambahnya jumlah penduduk membuat kebutuhan akan tempat tinggal juga besar, sedangkan ketersediaan lahan hunian sangat terbatas, akibatnya banyak daerah resapan teralih fungsi misalnya semula berfungsi sebagai sawah, kebun atau kolam kemudian berganti menjadi permukiman.

3. Dampak banjir

Dampak dari tejadinya banjir antara lain:

a. Korban jiwa

b. Kerugian harta benda

c. Kerugian sektor pertanian dan perkebunan

d. Kerugian sektor transportasi

e. Kerugian sektor perdagangan dan industri

f. Kerugian sektor pendidikan

g. Kesehatan dan lingkungan

4. Langkah-langkah pengendalian banjir

a. Langkah-langkah di daerah hulu

1) Perbaikan lahan kritis

Perbaikan lahan kritis dilakukan dengan reboisasi (penghijauan), reforestasi (penghutanan kembali), yang bertujuan mengurangi erosi dan memperbanyak resapan air.

2) Pengaturan usaha pertanian dan perkebunan secara bijak

Pengaturan cara dan pola tanam yang baik. Cara bertani di daerah hulu juga harus diperbaiki, di daerah kemiringan cukup sebaiknya di buat terasering, agar tanah lapisan atas tidak mudah tergerus air.

3) Membuat dam (bendungan) dan bila perlu sering dikeruk

Dam yang dibangun di daerah hulu, dimaksudkan air limpasan (kira-kira 30% dari seluruh air hujan) tidak terus mengalir ke hilir. Tetapi tertampung di dam, yang bertujuan menyimpan air pada musim hujan lalu dimanfaatkan pada saat musim kemarau.

b. Langkah-langkah di daerah hilir

1) Membangun tanggul dipinggir sungai

Membangun tanggul ditepi sungai sebaiknya antara tanggul dan badan sungai berjarak cukup jauh, dan diantara keduanya tidak dipergunakan untuk apapun

2) Membuat kanal banjir

Kanal banjir adalah berupa saluran atau kanal untuk menyalurkan air banjir agar tidak menggenangi suatu areal tertentu. Biasanya saluran itu dibuat lurus dan langsung dibuang ke laut atau bagian sungai yang lebih hilir.

3) Membuat reservoir air yang besar

Reservoir (tandon air) berfungsi menandon air hujan dari selokan. Selain itu, Karena cukup luas, reservoir juga dapat menyimpan air untuk kemudian meresap ke dalam tanah.

4) Merevitalisasi situ atau telaga yang ada

Revitalisasi maksudnya memfungsikan kembali situ-situ yang selama ini tidak berfungsi, yang bertujuan mengaktifkan daerah resapan.

5) Memperbaiki sistem drainase (khususnya di perkotaaan)

Sebaiknya system drainase yang baik diterapkan di wilayah permukim-an. Hal ini bertujuan agar aliran air sebagai hasil pembuangan dari ru-mah tangga lancar.

6) Mengeruk dasar sungai dan membersihkan dari sampah

Akibat erosi baik di hulu, tengah maupun hilir, menyebabkan sungai menjadi dangkal. Jika tingkat kedangkalan sudah sedemikian tinggi maka pengerukan dasar sungai wajib dilakukan secara berkala perlu dilakukan. Demikian pula dengan sampah yang kerap kali menumpuk.

7) Membuat taman-taman kota yang cukup luas

Taman kota dengan pohon yang rindang, dapat berfungsi sebagai daerah resapan di kota. Selain itu juga dapat menjadi paru-paru kota.

8) Menetapkan aturan untuk tidak membuang sampah aliran air (khusus-nya di perkotaan)

Disadari bahwa membuang sampah ke sungai adalah salah satu penyebab banjir menjadi lebih parah.

9) Menetapkan aturan untuk tidak membangun rumah di sempadan dan bantaran sungai (khususnya di perkotaan)

10) Menetapkan aturan untuk membuat sumur resapan bagi pengembang perumahan atau aparat pemerintah di tingkat bawah (desa / kelurahaan / RW)

  1. KESIMPULAN

1. Banjir dapat didefinisikan sebagai luapan air yang besar dari sebuah badan air sehingga menggenangi daerah sekitarnya yang pada hari-hari biasa kering. Badan air adalah tempat air berada, baik yang diam, bergerak ataupun mengalir.

2. Penyebab banjir antara lain: pembuangan sampah kealiran air, kebakaran hutan, pemanasan global, penebangan hutan secara besar-besaran, berkurangnya daerah resapan air, dan lain sebagainya.

3. Dampak yang ditimbulkan dari bencana banjir antara lain: jatuhnya korban jiwa, kerugian harta benda, kerugian sektor pertanian dan perkebunan, kerugian sektor transportasi, kerugian sektor perdagangan dan industry, kerugian sektor pendidikan, terganggunya kesehatan, serta rusaknya lingkungan.

4. Langkah-langkah pengendalian banjir:

a. Langkah-langkah pengendalian banjir di wilayah hulu antara lain: perbaikan lahan kritis, pengaturan usaha pertanian dan perkebunan secara bijak, serta membuat dam (bendungan) dan bila perlu sering dikeruk.

b. Langkah-langkah pengendalian banjir di wilayah hilir antara lain: membangun tanggul dipinggir sungai, membuat kanal banjir, membuat reservoir air yang besar, merevitalisasi situ atau telaga yang ada, memperbaiki sistem drainase (khususnya di perkotaaan), mengeruk dasar sungai dan membersihkan dari sampah, membuat taman-taman kota yang cukup luas, menetapkan aturan untuk tidak membuang sampah aliran air (khususnya di perkotaan), menetapkan aturan untuk tidak membangun rumah di sempadan dan bantaran sungai (khususnya di perkotaan), serta menetapkan aturan untuk membuat sumur resapan bagi pengembang perumahan atau aparat pemerintah di tingkat bawah (desa / kelurahaan / RW).

  1. DAFTAR PUSTAKA

Hehanussa, P.E., Gadis S. Haryani, 2001, Kamus Limnologi (Perairan Darat)”, International Hydrological Programme – UNESCO, Panitia Nasional Program Hidrologi LIPI

Purwanto. 2007. Awas Banjir. Jakarta: Pustaka Utama Graffiti

Wahyuni, Yuni Sri. 2007. Banjir di Sekitar kita. Jakarta: Panca Anugrah Sakti

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar